Rabu, 14 Desember 2016





Iklan



Iklan adalah informasi yang isinya membujuk khalayak banyak atau orang banyak supaya tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan.

Disini saya akan menjelaskan salah satu jenis iklan yaitu iklan tayangan sosial. Iklan tayangan sosial ialah iklan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat dengan mengajak atau menghimbau untuk tidak melakukan sesuatu seperti tingkah laku yang menyimpang dan lain sebagainya. Contoh iklan tayangan sosial adalah iklan bahaya merokok, iklan bahaya narkoba, iklan ajakan untuk tidak mengikuti ajaran sesat dan iklan untuk melindungi bumi.
\




      Saya membuat iklan mengenai sayangi bumi dengan reboisasi. Di iklan ini terdapat gambar bumi dengan diatasnya terdapat tanaman yang mempunyai makna agar kita menanam pohon demi keselamatan dan keseimbangan ekosistem di bumi. Selain itu warna biru melambangkan ketenangan , ketenangan ini dimaksudkan agar kita dapat menikmati bumi dengan ketenangan apabila bumi kita masih sehat dan terjaga. Warna merah melambang hasrat. Hasrat disini dimaksudkan agar kita menyayangi bumi kita. Warna hijau melambangkan adanya kesuburan. Kesuburan ini yaitu dimaksudkan agar kita melakukan reboisasi sehingga kita mampu menjaga kesuburan bumi ini. Warna kuning bermakna energi sosial ini dimaksudkan agar kita memiliki jiwa sosial khusunya pada bidang alam. 


   Menjaga bumi merupakan sesuatu hal yang wajib dilakukan karena apabila bumi terjaga maka kehidupan di bumi mampu bertahan hingga lama dan kesadaran dari masyarakat mengenai bumi juga perlu di berikan agar mereka tersadar bahwa jika kita tidak menjaga alam maka dunia kita tidak akan seimbang dan bisa saja terjadi kerusakan bumii.

PEMILOS SMA N 2 Magelang 



            Gelora Demokrasi Untuk Smada





Magelang— Ratusan pelajar SMAN 2 Magelang, Jawa Tengah, mengikuti pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS layaknya sistem pemilu. Pemilihan ini berlangsung di halaman sekolah SMA N 2 Magelang, Senin (14/11) siang. Tujuannya, memberikan pengetahuan sejak dini tentang tata cara pemilihan suara yang biasanya dilakukan saat adanya sebuah pemilihan umum.
                    
Para siswa itu tampak menyimak arahan dari MPK tentang tata cara pemilihan yang sesuai dengan aturan pemilu. Acara dimulai tepat pukul 11.00. Semua petugas MPK melakukan persiapan. Kemudian, MPK memberikan penjelasan tentang cara memberikan suara, kondisi surat suara, dan detail teknisnya.
Adapun saat datang ke TPS, pelajar wajib berbaris di depan panitia, kemudian absen disetiap kelas. Pelajar lalu mendapat surat suara dan langsung masuk ke bilik suara untuk mencoblos.
Satu per satu pelajar memasuki TPS. Setiap pelajar diinstruksikan mengambil kertas suara dan menunggu giliran menggunakan hak pilih. Kartu tersebut berisi gambar tiga pasangan calon pemimpin OSIS sekolah tersebut. 
Setelah itu, pelajar memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dengan arahan petugas MPK. Selanjutnya, mereka mencelupkan jari ke tinta biru sebagai tanda telah memberikan hak suara.
Pemilihan berjalan lancar meski saat awal sedikit ada rasa canggung. Namun, setelah berjalan lebih dari 10 menit semua berjalan lancar. Mereka tampak mulai memahami tahapannya.
"Pemilihan seperti ini dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan demokrasi sejak dini. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan, dari debat, orasi visi misi, hingga memilih di bilik suara," ujar Kepala Sekolah.
Pemungutan suara dilanjutkan dengan penghitungan suara oleh para petugas MPK disaksikan pelajar yang bertugas menjadi saksi. 
Setelah penghitungan suara dilakukan tiba saatnya untuk mengumumkan ketua umum yaitu M. Ikhlasul Amal kemudian ketua 1 yaitu Purbo Listyo Pambudi dan ketua 2 yaitu Aldi Sahara Rusli.

"Dengan acara ini, saya bisa berharap ketua osis yang baru dapat menjadi ketua yang bertanggung jawab dan bermanfaat serta mampu memajukan SMA N 2 Magelang dalam masa yang akan datang" ujar Adhika selaku ketua panitia pemilu OSIS SMA N 2Magelang.
Begitu juga dengan para guru di sekolah tersebut. Mereka menyambut pemilihan ketua OSIS ini dengan ikut memberikan suaranya. Bagi mereka, pemilihan ini dapat mengenalkan tentang pemilu sekaligus budaya politik yang demokratis sesuai dengan sistem di negara Indonesia yang mencerminkan budaya demokrasi.


Sabtu, 19 November 2016

Ayahku

Beliau lahir di Magelang, 7 Januari 1958. Beliau anak pertama dari 9 bersaudara dari pasangan Asrori dan Ngasini. Beliau sekarang berprofesi sebagai wirausaha.

Beliau memulai pendidikan di SD Trasan 01 yang tidak jauh dari rumahnya. Beliau menekuni pendidikan dengan senang hati. Namun, setelah lulus SD beliau tidak melanjutkan pendidikannya dikarenakan orang tua beliau tidak mampu membiayai biaya sekolah.

Sejak tidak melanjutkan pendidikan, beliau tetap tidak menyerah untuk belajar dalam hal apapun. Selain ia belajar, beliau membantu ayahnya yang berprofesi sebagai pengusaha transportasi. Ayahnya memiliki banyak transportasi sehingga beliau belajar mengenai mesin dan bagian bagian dalam mobil, mulai dari sinilah beliau menemukan keahlian dalam diri beliau.

Pada tahun 1973, Beliau membuka bengkel kecil kecilan bersama ayahnya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Tahun 1979, beliau berkenalan dengan teman SD yang bernama Suprihatiningsih. Hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah pada tahun 1980.

Pada Tahun 1981 Beliau memiliki buah hati pertama yang diberi nama Eko Supriyanto. 6 Tahun kemudian, beliau diberi buah hati yang kedua dan diberi nama Atika Wulan Dwi Ayuningtyas. Dimulai tahun 1973 , beliau terus berjuang dalam usahanya. Oleh karena itu, ia mampu membangun rumah pada tahun 1998. Pada tahun ini, beliau juga diberi buah hati kembali dan diberi nama Adhika Yusuf Gunawan.

Pada tahun yang sama, ayahnya meninggal dikarenakan sakit dan faktor usia. Namun, itu tak menghentikan semangatnya dalam berusaha dan menjalani hidup. Sifat beliau yang tidak pernah menyerah dan selalu berusaha membuat usahanya sangat berkembang pesat hingga akhirnya ia membeli sebuah lahan dan membangun bengkel yang lebih besar pada tahun 2010.

Sekarang, Beliau dan keluarganya tinggal di Desa Paingan, Trasan, Bandongan dan telah mampu membiayai kebutuhan sehari hari keluarganya dengan cukup. Beliau adalah sosok yang tak pernah menyerah dalam bekerja atau melakukan sesuatu dan Selalu menasehati anaknya dengan baik.