Selasa, 03 Januari 2017

Ujian Praktik Menulis Cerpen

                              AKIBAT TERLALU BERGURAU SAAT PEMBELAJARAN


  Seperti biasanya, Dea dan Salsa selalu bersebelahan dalam tempat duduk di kelasnya. Hari itu adalah Hari Kamis dan hari itu sudah memasuki jam pelajaran yang terakhir. Guru yang mengajar di jam terakhir adalah Pak Sutori, ia adalah guru Sosiologi. Dilihat dari segi fisik memang ia terlihat besar, tinggi, dan gagah. Raut mukanya pun sangatlah garang. Akan tetapi, sebenarnya ia adalah seorang yang sabar dan suka bergurau. Selain itu ia adalah seorang yang sangat santai dalam suatu kondisi. 
  
  Dea dan Salsa terlihat asik sendiri dan tidak memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh Pak Sutori. Akhirnya Pak Sutori bertanya kepada Salsa karena dari mereka berdua yang paling ribut adalah Salsa.

     "Hei, Salsa kenapa dari tadi asik terus sama Dea?" tanya Pak Sutori dengan raut muka yang agak serius namun dengan sikap santai.

     "Tak ada apa apa pak , hiahahaha" sahut Salsa dengan tertawanya yang terkenal sangat keras dan unik.

     Gadis itu tertawa ngakak. Suaranya khas. Suara itu yang kadang membuat teman-teman dan gurunya senewen. “Ah, dulu ibumu ngidam burung kutilang, ya, “tanya gurunya.
“Wow, enak saja Bapak bilang, nggak Pak. Yang bener burung kuntul, “ timpal Salsa sambil meringkikkan tertawa khasnya.

     "Gak salah kalau ibumu ngidam burung kuntul karena kamu mirip burung kuntul." Sahut Pak Sutori dengan gurauannya. 
        
        "Ya Jelas pak kan ibu saya antimainstream , hiahahaha". Sahut Salsa dengan tertawa khasnya.
     

   Lantas teman teman sekelas pun tertawa akibat candaan antara Pak Sutori dengan Salsa. Suasanya yang tadinya biasa saja menjadi ramai akibat candaan Salsa dengan Pak Sutori. Pak Sutori kemudian berkata bahwa ia tidak bisa mengajar 2 jam pelajaran karena ia harus ke dinas pendidikan untuk memenuhi panggilan ketua dinas pendidikan. Akhirnya ia memberikan tugas LKS kepada murid muridnya untuk mengerjakan latihan soal 1 dan 2 dan dikumpulkan sepulang sekolah. Akhirnya Pak Sutori meninggalkan muridnya dan para murid langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Sutori.

   Dea dan salsa akhrinya mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Sutori namun tiba tiba Dea memiliki ide .

   "Salsa, gimana kalau kita ngerjain Pak Sutori ?" Tanya Dea.
   
   "Ngerjain gimana ?" Jawab Salsa.
   
   "Kita bilang kalo kita gak ngerjain tugas padahal kita ngerjain. nah pas udah bilang kalau gak ngerjain kita bilang tapi bo'ong hehehe". Jawab Dea dengan idenya
   
   "Ya ayo hehehe biar Pak Sutori kaget juga" Jawab Salsa. 

   " oke nanti kita kerjain ya wkwkkw". jawab Dea dengan tertawa.

   Akhirnya jam menunjukan pukul 13.00 yang berarti jam pelajaran sekolah Hari Kamis telah selesai. Kemudian mereka berdua berkemas dan langsung menuju ke kantor guru untuk menghampiri Pak Sutori. Saat memasuki kantor guru terlihat Pak Sutori menunggu murid muridnya yang mau mengumpulkan tugas. Salsa dan Dea akhirnya menghampiri Pak Sutori dengan raut muka menyesal.

   " Lah, kenapa kalian seperti itu mukanya?" Tanya Pak Sutori.

   "Maaf, pak kita tadi lupa mengerjakan , kita malah keasikan guyon terus pak. maafkan kami pak" Ujar Salsa.

   "lah , kalian terlalu banyak bergurau sih. ya gurau boleh tapi juga inget tugas juga" Ujar Pak Sutori dengan ekspresi yang agak tidak suka dengan kelakuan mereka berdua.

   "Iya pak maafkan kami, besok pagi kami janji mengerjakan tugas tersebut dan dikumpulkan sebelum jam pelajaran pak" Ujar Dea

   "Yasudah gapapa bsk dikumpulkan ya" Ujar Pak Sutori

   "Iya pak makasih pak tapi ada satu lagi" Jawab Salsa 

   "Apa emangnya?" Tanya Pak Sutori.

   "Kita gak ngerjain kan pak tapi itu cuman bo'ong!! huahahaha" Ujar Dea dan Salsa dengan tertawa pelan pelan

   "Ooo dasar kalian malah ngerjain saya , ealah" Jawab Pak Sutori 

   "hehehe maafin kami pak tau sendiri kita sukanya bergurau" ujar Salsa

   "Ealah wkwkwk dasar kalian berdua. yasudah bagus kalau sudah mengerjakan tugasnya. kalau begitu saya mau pulang ini ada urusan". Ujar Pak Sutori 

   "Iya pak hati hati ya pak" ujar Dea dan Salsa dengan tersenyum.

Akhirnya mereka berdua pulang dengan tertawa karena berhasil mengerjai Pak Sutori yang terkenal guru paling santai. Kemudian mereka pulang ke rumah masing masing.

Rabu, 14 Desember 2016





Iklan



Iklan adalah informasi yang isinya membujuk khalayak banyak atau orang banyak supaya tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan.

Disini saya akan menjelaskan salah satu jenis iklan yaitu iklan tayangan sosial. Iklan tayangan sosial ialah iklan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat dengan mengajak atau menghimbau untuk tidak melakukan sesuatu seperti tingkah laku yang menyimpang dan lain sebagainya. Contoh iklan tayangan sosial adalah iklan bahaya merokok, iklan bahaya narkoba, iklan ajakan untuk tidak mengikuti ajaran sesat dan iklan untuk melindungi bumi.
\




      Saya membuat iklan mengenai sayangi bumi dengan reboisasi. Di iklan ini terdapat gambar bumi dengan diatasnya terdapat tanaman yang mempunyai makna agar kita menanam pohon demi keselamatan dan keseimbangan ekosistem di bumi. Selain itu warna biru melambangkan ketenangan , ketenangan ini dimaksudkan agar kita dapat menikmati bumi dengan ketenangan apabila bumi kita masih sehat dan terjaga. Warna merah melambang hasrat. Hasrat disini dimaksudkan agar kita menyayangi bumi kita. Warna hijau melambangkan adanya kesuburan. Kesuburan ini yaitu dimaksudkan agar kita melakukan reboisasi sehingga kita mampu menjaga kesuburan bumi ini. Warna kuning bermakna energi sosial ini dimaksudkan agar kita memiliki jiwa sosial khusunya pada bidang alam. 


   Menjaga bumi merupakan sesuatu hal yang wajib dilakukan karena apabila bumi terjaga maka kehidupan di bumi mampu bertahan hingga lama dan kesadaran dari masyarakat mengenai bumi juga perlu di berikan agar mereka tersadar bahwa jika kita tidak menjaga alam maka dunia kita tidak akan seimbang dan bisa saja terjadi kerusakan bumii.

PEMILOS SMA N 2 Magelang 



            Gelora Demokrasi Untuk Smada





Magelang— Ratusan pelajar SMAN 2 Magelang, Jawa Tengah, mengikuti pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS layaknya sistem pemilu. Pemilihan ini berlangsung di halaman sekolah SMA N 2 Magelang, Senin (14/11) siang. Tujuannya, memberikan pengetahuan sejak dini tentang tata cara pemilihan suara yang biasanya dilakukan saat adanya sebuah pemilihan umum.
                    
Para siswa itu tampak menyimak arahan dari MPK tentang tata cara pemilihan yang sesuai dengan aturan pemilu. Acara dimulai tepat pukul 11.00. Semua petugas MPK melakukan persiapan. Kemudian, MPK memberikan penjelasan tentang cara memberikan suara, kondisi surat suara, dan detail teknisnya.
Adapun saat datang ke TPS, pelajar wajib berbaris di depan panitia, kemudian absen disetiap kelas. Pelajar lalu mendapat surat suara dan langsung masuk ke bilik suara untuk mencoblos.
Satu per satu pelajar memasuki TPS. Setiap pelajar diinstruksikan mengambil kertas suara dan menunggu giliran menggunakan hak pilih. Kartu tersebut berisi gambar tiga pasangan calon pemimpin OSIS sekolah tersebut. 
Setelah itu, pelajar memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dengan arahan petugas MPK. Selanjutnya, mereka mencelupkan jari ke tinta biru sebagai tanda telah memberikan hak suara.
Pemilihan berjalan lancar meski saat awal sedikit ada rasa canggung. Namun, setelah berjalan lebih dari 10 menit semua berjalan lancar. Mereka tampak mulai memahami tahapannya.
"Pemilihan seperti ini dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan demokrasi sejak dini. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan, dari debat, orasi visi misi, hingga memilih di bilik suara," ujar Kepala Sekolah.
Pemungutan suara dilanjutkan dengan penghitungan suara oleh para petugas MPK disaksikan pelajar yang bertugas menjadi saksi. 
Setelah penghitungan suara dilakukan tiba saatnya untuk mengumumkan ketua umum yaitu M. Ikhlasul Amal kemudian ketua 1 yaitu Purbo Listyo Pambudi dan ketua 2 yaitu Aldi Sahara Rusli.

"Dengan acara ini, saya bisa berharap ketua osis yang baru dapat menjadi ketua yang bertanggung jawab dan bermanfaat serta mampu memajukan SMA N 2 Magelang dalam masa yang akan datang" ujar Adhika selaku ketua panitia pemilu OSIS SMA N 2Magelang.
Begitu juga dengan para guru di sekolah tersebut. Mereka menyambut pemilihan ketua OSIS ini dengan ikut memberikan suaranya. Bagi mereka, pemilihan ini dapat mengenalkan tentang pemilu sekaligus budaya politik yang demokratis sesuai dengan sistem di negara Indonesia yang mencerminkan budaya demokrasi.


Sabtu, 19 November 2016

Ayahku

Beliau lahir di Magelang, 7 Januari 1958. Beliau anak pertama dari 9 bersaudara dari pasangan Asrori dan Ngasini. Beliau sekarang berprofesi sebagai wirausaha.

Beliau memulai pendidikan di SD Trasan 01 yang tidak jauh dari rumahnya. Beliau menekuni pendidikan dengan senang hati. Namun, setelah lulus SD beliau tidak melanjutkan pendidikannya dikarenakan orang tua beliau tidak mampu membiayai biaya sekolah.

Sejak tidak melanjutkan pendidikan, beliau tetap tidak menyerah untuk belajar dalam hal apapun. Selain ia belajar, beliau membantu ayahnya yang berprofesi sebagai pengusaha transportasi. Ayahnya memiliki banyak transportasi sehingga beliau belajar mengenai mesin dan bagian bagian dalam mobil, mulai dari sinilah beliau menemukan keahlian dalam diri beliau.

Pada tahun 1973, Beliau membuka bengkel kecil kecilan bersama ayahnya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Tahun 1979, beliau berkenalan dengan teman SD yang bernama Suprihatiningsih. Hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah pada tahun 1980.

Pada Tahun 1981 Beliau memiliki buah hati pertama yang diberi nama Eko Supriyanto. 6 Tahun kemudian, beliau diberi buah hati yang kedua dan diberi nama Atika Wulan Dwi Ayuningtyas. Dimulai tahun 1973 , beliau terus berjuang dalam usahanya. Oleh karena itu, ia mampu membangun rumah pada tahun 1998. Pada tahun ini, beliau juga diberi buah hati kembali dan diberi nama Adhika Yusuf Gunawan.

Pada tahun yang sama, ayahnya meninggal dikarenakan sakit dan faktor usia. Namun, itu tak menghentikan semangatnya dalam berusaha dan menjalani hidup. Sifat beliau yang tidak pernah menyerah dan selalu berusaha membuat usahanya sangat berkembang pesat hingga akhirnya ia membeli sebuah lahan dan membangun bengkel yang lebih besar pada tahun 2010.

Sekarang, Beliau dan keluarganya tinggal di Desa Paingan, Trasan, Bandongan dan telah mampu membiayai kebutuhan sehari hari keluarganya dengan cukup. Beliau adalah sosok yang tak pernah menyerah dalam bekerja atau melakukan sesuatu dan Selalu menasehati anaknya dengan baik.